Catatan Penting dalam Menyusun Proposal Tesis Kualitatif
Dalam pertemuan kali
ini, beberapa mahasiswa telah mempresentasikan proposal tesis mereka. Secara
umum, bentuk proposal sudah baik dan mengakomodasi masukan dari proses
perkuliahan. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar
penelitian kualitatif lebih terarah dan sesuai kaidah akademik.
1. Rumusan Masalah Harus Berbasis Teori
Dalam penelitian
kualitatif, rumusan masalah tidak boleh hanya berdasarkan fenomena lapangan
semata. Rumusan masalah harus merujuk pada teori yang relevan, dan teori
tersebut dituangkan dalam Bab II (Kajian Teori). Indikator keberhasilan
penelitian juga harus jelas, misalnya: bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi dilakukan. Tanpa indikator, penelitian akan kehilangan arah.
2. Metodologi dan Teknik Pengumpulan Data
Alat utama dalam
penelitian kualitatif adalah observasi. Oleh karena itu, observasi harus
ditempatkan sebagai metode pertama dalam pengumpulan data. Wawancara dan
dokumentasi berfungsi sebagai pelengkap untuk memperkuat hasil observasi. Semua
data yang dikumpulkan harus diarahkan untuk menjawab rumusan masalah.
3. Perbedaan Kualitatif dan Eksperimen
Penelitian kualitatif
sebaiknya dilakukan pada fenomena yang sudah berjalan dengan baik, sehingga
bisa dijadikan role model. Jika fenomena masih “belum baik” dan membutuhkan
perlakuan khusus, maka pendekatan yang tepat adalah penelitian eksperimen,
bukan kualitatif.
4. Judul Penelitian Harus Spesifik
Beberapa mahasiswa
masih menyusun judul yang terlalu umum atau teoritis. Dalam penelitian
kualitatif, judul harus spesifik dan mendalam. Misalnya, jika meneliti tentang
digitalisasi pendidikan, maka judul bisa diarahkan menjadi “Implementasi
Digitalisasi Pendidikan dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa” dengan menyebutkan lokasi penelitian secara jelas.
5. Sistematika Penulisan Tesis
- Bab I (Pendahuluan): Membuktikan bahwa judul penelitian penting
dilakukan. Latar belakang masalah harus kuat agar judul diterima.
- Bab II (Kajian Teori): Memuat unsur teoritis, penjelasan, dan
paragraf penutup pada setiap subbab. Jangan biarkan pembahasan
menggantung.
- Bab III (Metodologi): Harus memuat unsur teoritis sekaligus
praktis. Misalnya, menjelaskan teori tentang observasi, lalu menjelaskan
bagaimana observasi dilakukan di lokasi penelitian. Semakin spesifik,
semakin baik.
6. Pentingnya Lokus Penelitian
Agar penelitian tidak
bisa “dicopy” oleh orang lain, peneliti harus selalu menyebutkan lokasi
penelitian, data yang dicari, serta siapa yang diwawancarai. Hal ini membuat penelitian
menjadi unik dan benar-benar milik peneliti.
Kesimpulan
Revisi proposal adalah
langkah penting sebelum masuk ke tahap ujian tesis. Dengan memperkuat rumusan
masalah berbasis teori, memperjelas metodologi, dan menyusun judul yang
spesifik, penelitian akan lebih berkualitas dan layak dijadikan rujukan.
Baca Selengkapnya ....


